Affordable Access

PASAR KERAJINAN DAN SENI BOROBUDUR SEBAGAI WADAH PERAJIN SENI DAN KESENIAN DI KECAMATAN BOROBUDUR

Authors
Publication Date
Source
UAJY repository
Keywords
  • Lingkungan Kawasan
External links

Abstract

Apabila mendengar kata Borobudur, yang terlintas di pikiran adalah candi Buddha terbesar di dunia yaitu Candi Borobudur. Candi Borobudur menjadi sebuah icon di Kecamatan Borobudur, Kecamatan Borobudur. Namun, selain terdapat Candi Borobudur, keistimewaan Kecamatan Borobudur terlihat juga dari banyaknya kerajinan yang ada (kerajinan kayu, kerajinan batu, kerajinan gerabah, kerajinan, anyaman panda, kerajinan bambu, dan seni lukis) dan kesenian asli dari Kecamatan Borobudur (wayang, kethoprak, teater, dan kesenian padang bulan; jathilan, topeng purba, cobro siswo). Dari banyaknya kerajinan yang ada dan kesenian yag ada di Kecamatan Borobudur, belum ada suatu tempat yang dapat menampung kegiatan-kegiatan tersebut secara bersamaan. Perlunya suatu tempat untuk “menjembatani” antara pengunjung dengan para pengrajin seni dan kesenian. Suatu tempat untuk menampung kekgiatan seni dan kesenian tersebut adalah Pasar Seni Dan Kerajian Borobudur. Dengan fungsi yaitu untuk mewadahi kegiatan seni dan kesenian yang ada di Kecamatan Borobudur. Sisi positif yang didapat adalah dikenalnya kerajinan dan kesenian khas dari Kecamatan Borobudur terutama oleh pengunjung yang berkunjung ke Candi Borobudur. Selain itu terdapat juga sisi peningkatan perekonomian dari penduduk di Kecamatan Borobudur. Konsep yang digunakan pada bangunan Pasar Kerajinan dan Seni Borobudur adalah Culture Lanscape. Suatu pendekatan dengan memperhatikan kebudayaan yang ada baik dari sisi historis yang ada pada wilayah tersebut maupun kondisi pada masa sekarang. Oleh karena itu arsitektur yang dipakai adalah arsitektur Pasca-Modernisme. Dengan penggabungan aspek historis yang dipakai adalah kaitan dengan Candi Borobudur. Tidak merusak suatu tatanan yang ada (suatu konsep yang dibangun Candi Borobudur) namun membentuk frame secara makro dengan memperhatikan Candi Borobudur, dengan prakteknya adalah Pasar Kerajinan dan Seni Borobudur mengarah pada Candi Borobudur dengan posisi bengunan melingkar seperti membentuk jaring yang menggapai mengelilingi Candi Borobudur. Selain itu, sisi historis yang dimasukkan dalan desain arsitektural adalah atap panjang dan rumah panggung (tipe rumah disekitar Candi Borobudur pada masa lampau). Tentunya dengan beberapa pertimbanganpertimbangan sesuai dengan fungsi, site, dan kondisi pada masa sekarang. Pengaturan frame secara mikro diatur secara cluster (karena bangunan bermasa banyak) dan radial terpusat (letak akses atau jalan yang didesain secara terpusat dan penyusunan masa bangunan yang mengarah pada suatu titik membuat unsur radial terpusat semakin terlihat. Site dari Pasar Kerajinan dan Seni Borobudur ini terletak pada area yang berkontur. Sehingga pengolahan peletakan masa bangunan dan pengolahan ruang luar perlu memperhatikan dari kondisi site yang ada. Penekanan ada pada pemanfaatan view yang ada (view potensial dari site) sehingga banyak bangunan yang didesain tidak memiliki dinding sehingga view yang didapat maksimal. Dapat disimpulkan bahwa penataan Pasar Kerajinan dan Seni Borobudur memakai gaya arsitektur Pasca-Modernisme dengan pemanfaatan lingkungan setempat ( pengolahan berdasarkan site yang ada, dan pemanfaatan view yang ada pada lokasi).

There are no comments yet on this publication. Be the first to share your thoughts.

Statistics

Seen <100 times
0 Comments