Affordable Access

Skor Histologi C-Erbb-2, Proliferasi Endotel Pembuluh Darah: Pada Infiltrasi Levobupivakain Terhadap Penyembuhan Luka

Authors
Publisher
Perhimpunan Dokter Spesialis Anestesiologi dan terapi Intensif
Publication Date
Keywords
  • Levobupivakain
  • C-Erbb-2
  • Agnor
  • Penyembuhan Luka
Disciplines
  • Biology
  • Chemistry
  • Design
  • Medicine
  • Philosophy

Abstract

Background : Postoperative acute pain stimulates clinical pathophysiologic symptoms, depress immune responses which leads to delayed wound healing process. Levobupivacaine is a long acting local anaesthetic, proven good for pain control. Angiogenesis plays an important role in wound healing. C -erbB-2 is a family of epidermal growth factor receptor that becomes ac tively mitogenic when binds to EFGR ligand, and stimulates cell proliferation. Levobupivacaine infiltration enhances c -erbB-2 expression, leads to endothelial blood vessel proliferation and improves wound healing. Objective : To prove the difference between histologic score of c-erbB-2, endothelial blood vessel proliferation of the wound healing process with and without levobupivacaine infiltration and to prove the correlation between c-erbB-2 and endothelial blood vessel proliferation. Methode : This study was an animal experimental study with randomized post test only control group design. Randomly 15 Wistar rats were divided into 3 groups. Groups I was the group for control without treatment. Group II, rats that got incisions without levobupivacain infiltration.Group III, rats that got incisions and levobupivacaine infiltration every 8 hours for 24 hours. C-erbB-2 at the site of the wound was analized using the histologic score from samples with immunohistochemistry staining and the amount of AgNOR expressed by mAgNOR and pAgNOR. The samples were taken from th tissue biopsy on 5 day. Data were analyzed using Kruskal Wallis test. The correlation between histologic score c-erbB-2 and the amount of AgNOR were analyzed using Spearmans correlation test. Results : This study showed that the tissue with levobupivacaine had higher c-erbB-2 histologic score (7,2±2,16 vs 9,9±1,29), and mAgNOR (5,94±0,15 vs 11,86±1,02), than tissue without levobupivacaine that significantly different (p=0,015 and p=0,02). There was a correltion between c-erbB-2 and mAgNOR (π=0,693). Conclusions : The expressions levels c-erbB-2 and mAgNOR in levobupivacaine infiltration group are higher than without levebupivacaine infiltration group. There is a correlation between the c-erbB-2 and mAgNOR.Keywords : Levobupivacaine, c-erbB-2, AgNOR, wound healingABSTRAKLatar Belakang : Nyeri akut paska bedah memicu timbulnya gejala klinis patofisiologis, menekan respon imun, sehingga menyebabkan penurunan sistem imun yang akan menghambat penyembuhan luka. Levobupivakain, anestetik lokal durasi panjang efektif mengurangi nyeri akut. Proses angiogenesis merupakan pilar utama penyembuhan luka. C-erbB-2 adalah reseptor mitogenik yang ekspresinya pada endotel pembuluh darah bila berikatan dengan ligand yang sesuai menyebabkan sel berproliferasi. Infiltrasi levobupivakain akan meningkatkan ekspresi c-erbB-2 dan proliferasi sel endotel pembuluh darah sehingga mempercepat penyembuhan luka. Tujuan : Membuktikan adanya perbedaan skor histo logi c-erbB-2 dan proliferasi endotel pembuluh darah antara tikus yang diinfiltrasi levobupivakain dengan yang tidak pada proses penyembuhan luka tikus Wistar. Metode : Merupakan penelitian eksperimental pada hewan coba, randomized post test only control group design, menggunakan tikus Wistar. Sampel 15 ekor dibagi menjadi 3 kelompok; kelompok I kontrol, kelompok II insisis subkutis tanpa infiltrsi levobupivakain, kelompok III insisi subkutis dan infiltrasi levobupivakain setiap 8 jam selama 24 jam.Ekspresi c-erbB-2 dan nilai AgNOR yang dihitung sebagai mAgNOR dan pAgNOR pada sekitar luka insi si dinilai dengan skor histologi dengan menggunakan pengecatan secara imunohistokimia, yang diambil dari biopsi jaringan pada hari kelima. Data dianalisis dengan uji beda Kruskal-wallis. Hubungan antara c-erbB-2, mAgNOR dan pAgNOR dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil : Rerata skor histologi c-erbB-2 dan mAgNOR pada kelompok infiltrasi levobupivakain lebih tinggi dibandingkan kelompok tanpa infiltrasi levobupivakain, yaitu untuk c-erbB-2 7,2±2,16 vs 9,9±1,29 dan mAgNOR 5,94±0,15 vs 11,86±1,02, dan secara statistik berbeda bermakna (p=0,015 dan p=0,02). Hubungan antara c-erbB-2 dan mAgNOR secara statistik bermakna (r=0,693;p=0,004). Pada pAgNOR tidak didapat perbedaan yang bermakna antara kelompok tersebut. Simpulan: Ekspresi c-erbB-2 dan indeks proliferasi sel yang dinyatakan dengan mAgNOR pada kelompok dengan infiltrasi levobupivakain lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok tanpa infiltrasi levobupivakain. Terdapat hubungan antara c-erbB-2 dan mAgNOR pada proses penyembuhan luka.Kata kunci : Levobupivakain, c-erbB-2, AgNOR, penyembuhan luka

There are no comments yet on this publication. Be the first to share your thoughts.