Affordable Access

WARNING ATAS KERUSAKAN HUTAN BAWAH LAUT

Authors
Publisher
Surat Kabar Identitas Unhas
Publication Date

Abstract

Microsoft Word - KERUSAKAN TERUMBU KARANG1.docx 1 WARNING ATAS KERUSAKAN HUTAN BAWAH LAUT Prof. Dr. Ir. H. Sudirman, MPi Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Unhas Hutan bawah laut atau lebih populer dengan nama terumbu karang merupakan salah satu kekayaan alam yang dikaruniakan Allah SWT kepada hambanya. Di Sulsel terumbu karang di laut membentuk suatu ekosistem yang khas. Merupakan ekosistem yang kompleks dengan keaneka ragaman hayati yang tinggi. Terumbu karang ini dihuni oleh berbagai jenis ikan karang, seperti ikan sunu, katamba, baronang dan lain-lain sehingga memungkinkan secara langsung menyerap dan membuka lapangan kerja baru seperti menjamurnya restoran seafood dan warung-warung ikan bakar di Sulsel. Manfaat yang terkandung di dalam ekosistem terumbu karang sangat besar dan beragam, baik manfaat langsung, (pemanfaatan ikan dan biota lainnya, pariwisata bahari), maupun manfaat tidak langsung (penahan abrasi pantai, pemecah gelombang, tempat pemijahan dan habitat bagi biota laut seperti ikan karang, krustacea, moluska, teripang dan lain-lain). Lebih dari 30% ikan-ikan yang merupakan pemasok protein yang ditangkap di daerah terumbu karang. Banyaknya manfaat tersebut menyebabkan banyak pihak yang berkepentingan dan tidak jarang menimbulkan permasalahan. Salah satu masalah tersebut adalah kerusakan akibat aktivitas perikanan tangkap. Kondisi Terumbu Karang Luas perairan terumbu karang di Indonesia diperkirakan sekitar 75.000 km2, dimana sekitar 40.000 km2 (52%) terdapat di perairan Indonesia Bagian Timur. Namum demikian berdasarkan hasil pemantauan yang dilaporkan oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) tahun 1999 menyebutkan bahwa kondisi terumbu karang di Indonesia hanya 7 % dalam kondisi yang sangat baik, 33 % dalam kondisi baik , 46 % dalam kondisi rusak dan 15 % dalam kondisi kritis. Selanjutnya Thohari dan Alikodra 2005 melaporkan bahwa di Indonesia Timur kondisi terumbu karang hanya 9,8% sangat baik, 35,29% dalam ko

There are no comments yet on this publication. Be the first to share your thoughts.