Affordable Access

Hubungan Antara Persepsi Terhadap Dukungan Keluarga dengan Penerimaan Diri Pria Pasca-Stroke yang Rawat Jalan di Poliklinik Saraf RSUD Dr. Soetomo-Surabaya

Authors
Publisher
Fakultas Psikologi UBAYA
Publication Date
Keywords
  • Bf Psychology

Abstract

Banyak penderita stroke yang menyandang cacat selama sisa hidupnya. Penyakit yang memaksa penderita menjadi tergantung kepada keluarga, tentu akan menimbulkan depresi, berkurangnya harga diri. Dalam kondisi demikian maka penyesuaian kembali merupakan hal yang penting menghadapi keadaan baru dalam kehadirannya. Tingkat seseorang menerima dirinya akan menentukan bentuk penyesuaian hidupnya Dukungan dan motivasi diperlukan untuk menghadapi keadaan secara realitis agar pria pasca-stroke dapat berperan dalam lingkungan keluarga dan masyarakat. Pada masa pasca-stroke lingkungan yang dekat dengan penderita adalah keluarga. Dukungan keluarga diharapkan dapat membantu penderita dalam penerimaan dirinya Menurut House (Smet 194:136-137) bahwa dukungan sosial dapat berupa dukungan emosional, instrumental, informasional dan Penelitian ini bertujuan mengetahui adanya hubungan antara persepsi terhadap keluarga dengan penerimaan diri pada pria pasca-stroke satu tahun pertama yang rawat jalan di poliklinik saraf RSUD Dr. Soetomo - Surabaya Subjek dalam penelitian ini adalah pria telah menikah usia 40 - 60 tahun didiagnosis oleh dokter menderita stroke yang sudah menetap jenis iskemik pada hemisfer kiri dalam satu tahun pertama pendidikan minimal SMP/sederajat. PengUMpulan data menggunakan angket dan dilakukan interview pada penderita atau dibantu keluarganya. Dari analisis data diperoleh hasil rxy:0,963, p< 0,01 yang berarti sangat signifikan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa persepsi terhadap dukungan keluarga tergolong sangat baik (73,33%). Faktor dukungan keluarga ternyata sangat berpengaruh terhadap penerimaan diri karena berdasarkan hasil perhitungan koefisien determinasi diperoleh 0,928 yang berarti variabel persepsi terhadap dukungan keluarga mempunyai keterkaitan yang kuat dengan variabel penerimaan diri sebesar 92,8%. Hasil tersebut memperlihatkan adanya hubungan yang sangat signifikan dengan arah positif antara persepsi terhadap keluarga dengan penerimaan diri pria pasca-stroke. Dukungan emosional dan informasional dipandang sebagai suatu hal yang paling dibutuhkan untuk dapat membantu pria pasca-stroke dalam penerimaan dirinya.

There are no comments yet on this publication. Be the first to share your thoughts.