Affordable Access

WATER COLLECTION IN RURAL AREAS OF INDONESIA

Authors
Publisher
Buletin Penelitian Kesehatan
Publication Date
Keywords
  • Health
  • Kesehatan
  • Water Collection
  • Water Supply

Abstract

Pada tahun 1982, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan mengadakan suatu sampel survai guna memperoleh data mengenai pola penggunaan sarana air minum dan jamban di daerah pedesaan Indonesia. Survai ini selain mempelajari pola penggunaan sarana, mempelajari pula beberapa aspek dari pengadaan air minum di daerah pedesaan. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan observasi, dan sebagai responden ditentukan kepala rumah tangga. Dari 5465 rumah tangga, ternyata 76,1% harus menempuh 0-249 meter untuk mencapai sumber air minumnya Sedangkan 10,9% harus menempuh 250-499 meter dan 6,3% harus menempuh 500-999 meter, serta sisanya (6,7%) harus menempuh >1000 meter. Waktu yang diperlukan untuk mencapai sumber air tersebut adalah masing-masing 0-14 menit bagi 70,5% rumah tangga dan 15-29 menit bagi 16,8% rumah tangga. Sedangkan 8,8% rumah tangga harus menempuh perjalanan selama 30-59 menit dan 3,9% harus menempuh >60 menit. Jenis kelamin pengangkut air kebanyakan perempuan. Hal ini berlaku pada 73,4% rumah tangga. Sejumlah 70,7% rumah tangga mengangkut 0-49 liter air, 22,2/ rumah tangga mengangkut 50-99 liter air, 4,0% rumah tangga mengangkut 100-149 liter air dan sisanya (3,1%) mengangkut > 150 liter air setiap harinya. Menurut data yang ada, penggunaan air yang diangkut hanyalah untuk minum dan masak, sedangkan untuk keperluan lainnya tidak tercakup dalam survai ini Dari hasil survai dapat disimpulkan bahwa sebagian penduduk desa di Indonesia masih memerlu­kan waktu dan tenaga yang cukup banyak untuk memenuhi kebutuhan air sehari-harinya.

There are no comments yet on this publication. Be the first to share your thoughts.