Affordable Access

KONSEP DIRI SANTRI WARIA (STUDI PADA MARIYANI DI PONDOK PESANTREN KHUSUS WARIA SENEN-KAMIS AL-FATAH, NOTOYUDAN YOGYAKARTA)

Authors
Publication Date
Keywords
  • Bimbingan Dan Konseling Islam

Abstract

Santri Waria merupakan fenomena baru dalam kajian teori-teori ilmu sosial humaniora dan pendidikan. Konsep diri merupakan salah-satu aspek dari varian santri Waria yang dikaji dalam penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang konsep diri santri Waria dan juga proses terbentuknya konsep diri santri Waria. Ekspektasi yang dibangun melalui penelitian adalah munculnya sumbangan baru dalam melihat fenomena santri Waria serta bagaimana Bimbingan dan Konseling menempatkan diri pada isu tersebut secara temporer dan relevan sesuai dengan kecenderungan indigenisasi teori di Indonesia. Rumusan masalah penelitian terdiri dari dua pertanyaan, pertama adalah apa sajakah konsep diri santri Waria pada Mariyani?; kedua adalah bagaimana proses terbentuknya konsep diri santri Waria pada Mariyani?. Santri Waria yang menjadi subjek penelitian berjumlah satu orang (subjek penelitian tunggal) bernama Mariyani, Pimpinan Pondok Pesantren Khusus Waria Al-Fatah Senin-Kamis sekaligus berstatus sebagai santri. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara. Validitas data dikontrol oleh trianggulasi key person yakni melalui dua orang informan. Informan pertama adalah staf pengajar pondok pesantren Waria, yang kedua adalah Ketua RT 85. Hasil pertama penelitian ini menemukan delapan konsep diri santri waria yang diklasifikasikan ke dalam tiga aspek; psikis, sosial, fisik. Hasil temuan yang kedua adalah dua proses pembentuk konsep diri santri Waria. Konsep diri aspek psikis adalah konsep diri Tauhid-Sufistik, konsep diri Transgender Motherhood (Keibuan Waria), konsep diri Bojo Akherat, konsep diri Realisme & menghindari konflik. Konsep diri aspek sosial adalah konsep diri Filantropis, konsep diri pegiat sosial, konsep diri toleransi keyakinan beragama. Konsep diri aspek fisik adalah konsep diri muslim ideal. Dua proses pembentuk konsep diri santri Waria adalah (1) pengalaman masa kecil hingga remaja, (2) Inspirasi Adzan dan kegiatan pengajian Hamrolie.

There are no comments yet on this publication. Be the first to share your thoughts.