ANALISIS PERENCANAAN LABA PADA PERUSAHAAN BATIK CV. SAHA PERKASA GAJAH MADA TULUNGAGUNG

Affordable Access

ANALISIS PERENCANAAN LABA PADA PERUSAHAAN BATIK CV. SAHA PERKASA GAJAH MADA TULUNGAGUNG

Authors
Keywords
  • H Social Sciences (General)

Abstract

Penelitian ini merupakan studi kasus pada Perusahaan Batik CV. Saha Perkasa Gajah Mada Tulungagung dengan judul "Analisis Perencanaan Laba Pada Perusahaan Batik CV. Saha Perkasa Gajah Mada Tulungagung".Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui berapa perencanaan laba tahun 2006 pada perusahaan batik CV. Saha Perkasa Gajah Mada Tulungagung. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini antara lain, regresi sederhana untuk memisahkan biaya semi variabel menjadi biaya tetap dan biaya variabel, metode pertumbuhan rata-rata digunakan untuk merencanakan penjualan, dan analisis Break Even Point untuk merencanakan laba. Analisis Break Even Point dapat digunakan untuk mengetahui berapa batas minimum produk yang harus terjual sehingga perusahaan berada dalam keadaan tidak rugi dan tidak laba. Hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa pada tahun 2006 perusahaan batik CV. Saha Perkasa Gajah Mada Tulungagung merencanakan penjualan sebanyak 17.009,27 meter yang terdiri dari batik cap 5.989,37 meter, batik tulis 1.938,43 meter dan batik printing 9.081,45 meter. Agar perusahaan tidak mengalami kerugian maka perusahaan harus menjual produknya sebanyak 11.581 meter atau Rp. 1.941.315.181,00 yang terdiri dari batik cap 4.077,95 meter atau Rp. 687.271.686,00, batik tulis 1.319,81 meter atau Rp. 350.187.398,00 dan batik printing 6.183,24 meter atau Rp. 903.856.097,00. Perusahaan batik CV. saha Perkasa Gajah Mada Tulungagung juga dapat melihat seberapa besar penjualan dapat turun dari rencana penjualan sehingga perusahaan tidak mengalami kerugian melalui Margin of Safety yaitu untuk batik cap 32%, untuk batik tulis 75%, untuk batik printing 37% dan untuk Margin of Safety Mix 50%. Melalui hasil penelitian ini perusahaan batik CV. Saha Perkasa Gajah Mada Tulungagung dapat merencanakan labanya dengan menggunakan analisis Break Even Point, sehingga perusahaan dapat mengetahui berapa batas minimum produk yang harus dijual sehingga perusahaan berada dalam keadaan tidak rugi dan tidak laba. Rencana penjualan yang semakin besar menuntut perusahaan untuk mengadakan promosi yang lebih banyak sehingga tujuan perusahaan untuk mendapatkan laba bisa tercapai.

There are no comments yet on this publication. Be the first to share your thoughts.