Affordable Access

Pengendalian Kualitas Pada Proses Produksi Di Aldi Wafer untuk Meningkatkan Produktivitas

Authors
Publisher
Fakultas Teknik Universitas Surabaya
Publication Date
Keywords
  • Hd28 Management. Industrial Management

Abstract

Perusahaan Aldi Wafer adalah perusahaan makanan ringan yang memproduksi wafer. Selama ini persentase cacat yang terjadi di perusahaan tersebut masih cukup tinggi. Hal ini disebabkan tidak diketahui secara pasti faktor-faktor penyebab cacat yang teijadi karena perusahaan belum mempunyai metode pengendalian kualitas yang baik Dengan adanya masalah tersebut diperlukan usaha pengendalian kualitas dengan menggunakan suatu metode yang cocok. Untuk mengendalikan jumlah cacat yang teijadi dilakukan dengan menggunakan alat-alat evaluasi mutu, yaitu diagram Pareto untuk menentukan prioritas jenis cacat yang akan dikendalikan, peta kontrol, pembuatan diagram Ishikawa masing-masing jenis cacat untuk merancang perbaikan yang akan dilaksanakan. Hasil rancangan perbaikan kemudian diimplementasikan. Karakteristik cacat yang terjadi yaitu karakteristik cacat atribut untuk semua jenis cacat pada setiap produk yang diamati. Dari hasil analisis awal didapatkan bahwa peta kontrol p untuk jenis cacat pecahan, cacat mentah (tidak matang), dan cacat hangus sudah dalam keadaan terkendali. Upaya perbaikan yang dilakukan meliputi pemakaian sarung tangan pada operator oven, pengecekan kondisi mesin, penambahan plat seng pada mesin oven, penyemprotan minyak goreng pada loyang setiap 30 menit, pengasahan pisau mesin potong tiap 1 bulan sekali, penambahan alat pengukur suhu, pengadukan pada adonan opak wafer tiap 10 menit sekali dan perbaikan sistem istirahat perusahaan dengan rotasi istirahat pekeijanya serta pembuatan checklist untuk mengontrol kondisi perusahaan. Setelah dilakukan usaha perbaikan (implementasi) sesuai dengan usulan perbaikan yang dirancang, dari analisis hasil yang diperoleh menunjukkan adanya penurunan persentase cacat. Untuk jenis cacat pecahan yaitu dari 7,1196% menjadi 5,1569% dan cacat mentah yaitu dari 2,0851% menjadi 1,2646%. Sedangkan untuk cacat hangus tidak ada penurunan yang signifikan yaitu dari 1,4043% menjadi 1,3541%. Untuk biaya kualitas teijadi penurunan biaya yaitu dari Rp 1321,4 per kg menjadi Rp 1032,2 per kg. Sedangkan nilai produktivitas dari perusahaan melalui metode David Sumanth terjadi peningkatan dari 1,18 menjadi 1,263. Jadi dapat disimpulkan bahwa hasil dari implementasi perbaikan yang dilakukan untuk memperbaiki kualitas proses produksi wafer cream dapat dikatakan cukup berhasil, dimana persentase cacat yang tinggi telah dapat diturunkan.

There are no comments yet on this publication. Be the first to share your thoughts.