Affordable Access

HUBUNGAN FAKTOR LINGKUNGAN FISIK RUMAH DENGAN KEPADATAN NYAMUK AEDES AEGYPTI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KEDUNGMUNDU KECAMATAN TEMBALANG KOTA SEMARANG

Authors
Publication Date
Keywords
  • Ra0421 Public Health. Hygiene. Preventive Medicine

Abstract

Demam Berdarah Dengue di Kota Semarang pada tahun 2010 menjadi kasus tertinggi selama 3 tahun terakhir dan secara nasional menempati urutan ke-2 setelah Denpasar Bali. Jumlah kasus DBD di Kota Semarang tahun 2010 sebanyak 5.556 kasus dengan 47 kematian, sedangkan Kecamatan Tembalang sebagai kecamatan endemis DBD di Kota Semarang terutama di wilayah kerja Puskesmas Kedungmundu pada tahun 2011 mempunyai jumlah kasus sebanyak 142 kasus. Lingkungan fisik yang mempengaruhi kehidupan nyamuk Aedes aegypti adalah jarak antar rumah, macam container, suhu udara, curah hujan, pengaruh angin, kelembaban, dan intensitas cahaya. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan faktor lingkungan fisik rumah dengan kepadatan nyamuk Aedes aegypti. Rancangan penelitian menggunakan cross sectional dengan 100 responden sebagai sampel. Alokasi proporsional diperlukan untuk menentukan besar sampel menurut jumlah kepala keluarga pada 7 kelurahan terpilih di wilayah kerja Puskesmas Kedungmundu. Analisis data menggunakan uji Kendalls tau dengan tingkat kesalahan (alfa=5%). Hasil uji statistik menunjukkan bahwa tidak ada hubungan rata-rata jarak antar rumah dan rata-rata pencahayaan alami dalam rumah dengan kepadatan nyamuk Aedes aegypti dengan nilai p value (0,772 dan 0,068). Ada hubungan jumlah tempat penampungan air yang positif jentik dengan kepadatan nyamuk Aedes aegypti. Dengan nilai p value (0,039). Hasil observasi menunjukkan bahwa jenis resting place yang paling disukai nyamuk adalah gantungan pakaian, tas, dn topi, sedangkan kepadatan jentik tertinggi terdapat di Kelurahan Sambiroto sebesar 39,53%. Kepadatan nyamuk tertinggi terdapat di Kelurahan Tandang sebanayk 28 nyamok. Oleh karena itu, masyarakat perlu membudayakan perilaku PSN secara rutin dan benar serta pengendalian jentik secara biologis. Kata Kunci: Kepadatan Aedes aegypti, lingkungan fisik

There are no comments yet on this publication. Be the first to share your thoughts.