Affordable Access

Perbedaan Status Gizi, Tekanan Darah, dan Asupan Zat Gizi antara Pekerja Shift dan Pekerja Non-Shift

Authors
Publication Date
Source
Legacy
Keywords
  • R Medicine (General)

Abstract

Latar Belakang : Kerja shift berhubungan dengan beberapa masalah kesehatan seperti obesitas, tekanan darah tinggi, dan gangguan saluran pencernaan. Penelitian di Italia menunjukkan persentase obesitas pada pekerja shift sebesar 14,2% sedangkan pekerja non-shift 7,7%. Akhir akhir ini ada kecenderungna peningkatan jumlah pekerja shift di Eropa. Tujuan : Menganalisis perbedaan status gizi, tekanan darah, dan asupan zat gizi antara pekerja shift dan non-shift. Metode : Desain penelitian cross-sectional dengan 32 subjek penelitian untuk setiap kelompok yang dipilih secara simple random sampling. Data yang diambil tekanan darah, status gizi, dan asupan zat gizi. Analisis bivariat dengan uji independent T-Test, Uji mann-whitney, dan chi-squared. Hasil : Pekerja shift memiliki rerata usia yang lebih rendah dibanding non-shift. Sejumlah 53.1% pekerja shift dan 46.9% pekerja non-shift mengalami obesitas. Persentase hipertensi 59.4% pada pekerja shift dan 47.9% pekerja non-shift. Sejumlah 71.8% pekerja shift mengkonsumsi energi >100% kecukupan gizi indvidu. Rerata konsumsi lemak pada pekerja shift dan non-shift yaitu 27.98±5.19% dan 28.11±7.66% serta rerata konsumsi karbohidrat 58.25±5.52% dan 57.92±9.22%. Pekerja shift dan non-shift yang memiliki kebiasaan merokok sebesar 28.1% dan 43.7% serta 93.7% mengkonsumsi kafein. Simpulan : Pekerja shift memiliki peluang hipertensi dan obesitas yang lebih besar dibanding pekerja non-shift. Asupan energi dan kafein yang berlebih dapat menambah risiko hipertensi dan obesitas pada kedua kelompok.

There are no comments yet on this publication. Be the first to share your thoughts.

Statistics

Seen <100 times
0 Comments
F