Affordable Access

KONSEP JATI DIRI MANUSIA MENURUT IBN MISKAWAIH DAN RELEVANSINYA DENGAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

Authors
Publication Date
Keywords
  • Pendidikan Agama Islam

Abstract

EKO HADI SANTOSO. Judul penelitian ini adalah Konsep Jati Diri Manusia menurut Ibn Miskawaih dan Relevansinya dengan Pendidikan Agama Islam. Skripsi. Yogyakarta: Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, UIN Sunan Kalijaga, 2013. Latar belakang penelitian ini melihat pendidikan yang terjadi di era globalisasi yang tengah mengalami degradasi sebagaimana dapat dilihat dari kenakalan remaja yang semakin merajalela, budaya tawuran antar sekolah, seks bebas, dan lain sebagainya. Menanggapi hal tersebut kiranya perlu rumusan konsep jati diri manusia yang sesuai dengan konteks Pendidikan Agama Islam. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggali makna konsep jati diri manusia menurut Ibn Miskawaih dan mengemukakan relevansinya dengan Pendidikan Agama Islam. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kepustakaan. Objek material dalam penelitian ini adalah jati diri manusia dalam karya Tahdzîb al-Akhlâk wa Tathhir al-A’raq yang telah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia dengan judul Menuju Kesempurnaan Akhlak. Objek formal penelitian ini menggunakan pendekatan filsafat manusia. Metode dalam penelitian ini adalah hermeneutika, untuk menangkap makna yang substansial disertai interpretasi. Peneliti juga menggunakan metode heuristika, digunakan untuk menganalisis pemikiran Ibn Miskawaih tentang jati diri manusia sehingga dapat ditemukan relevansinya dengan Pendidikan Agama Islam. Hasil dalam penelitian ini adalah manusia menurut Ibn Miskawaih harus mengoptimalkan pada jiwanya. Jiwa adalah inti dari kenyataan sejati manusia. Jiwa manusia memiliki peran penting dalam membimbing kegiatan sehari-hari manusia. Konsep jati diri manusia Ibn Miskawaih dijelaskan dalam satu kesatuan yang utuh dan seimbang dari seorang manusia yang meliputi tiga aspek penting: kepribadian, identitas diri, dan keunikan manusia. Sumbangsih konsep jati diri manusia Ibn Miskawaih dalam Pendidikan Agama Islam, bahwa cita-cita yang meliputi pendidikan akhlak mulia dan menjaga output pendidikan dari kenakalan remaja yang semakin merajalela, budaya tawuran antar sekolah, seks bebas, dan lain sebagainya yang tidak sesuai dengan nilai-nilai luhur dapat terlaksana jika didasari pendidikan jiwa yang ditawarkan Ibn Miskawaih dalam Tahzhîb al- Akhlâq.

There are no comments yet on this publication. Be the first to share your thoughts.