Affordable Access

HUKUM ZAKAT FITRAH DALAM WUJUD UANG (ANALISIS KOMPARATIF ANTARA IMAM ASY-SYAFI'I DAN IMAM ABU HANIFAH)

Authors
Publication Date
Keywords
  • Perbandingan Madzhab

Abstract

Zakat tidak saja memiliki arti ibadah, tetapi juga merupakan suatu lembaga social dalam system ekonomi Islam. Zakat terdiri dari 2 macam yaitu zakat mal (harta) dan zakat nafsi (diri/fitrah). Disebut zakat nafsi karena zakat ini dikeluarkan pada hari akhir bulan Ramadhan dengan niat untuk membersihkan diri, sehingga ukuran wajib zakatnya bukan menurut masa waktu dan jumlah harta yang disebut nisab, tetapi setiap ada jiwa wajib di zakati oleh keluarga yang sanggup. Masyarakat sekarang banyak yang mengeluarkan zakat fitrah diganti dengan harganya (uang), padahal bila melihat ketetapan nash tidak ada yang menyinggung sedikitpun atau mengganti dengan uang dari bentuk-bentuk makanan yang telah ditetapkan. Dari uraian di atas masalah maka pokok studi ini adalah bagaimana pandangan Imam asy-Syafi'i dan Imam Abu Hanafi mengenai hukum zakat fitrah dalam wujud uang, relevansinya pada masa sekarang, dan bagaimana persamaan dan perbedaan beliau tentang zakat fitrah (uang) tersebut. Jenis penelitian ini merupakan kajian pustaka (library research), tipe penelitiannya termasuk penelitian deskriptif analisis, dan sumber datanya dari kitab-kitab fiqh mazhab Imam Syafi'i dan Imam Hanafi dan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah metode dokumentasi Penyusunan skripsi ini menggunakan pendekatan normative termasuk dalam bagian pendekatan ini juga pendekatan yuridis normative, yakni memahami permasalahan-permasalahan aplikatif yang dihadapi khususnya hukum zakat fitrah dalam wujud uang, juga pendekatan sosiologis untuk membantu memahami pemikiran Imam Syafi'i dan Abu Hanifah. Untuk analisa data memakai metode komparatif yaitu membandingkan maksud dan tujuan Imam Syafi'i dan Abu Hanifah dalam berijtihad tentang zakat fitrah diganti dengan uang. Dari penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa antara Imam Syafi'i dan Abu Hanifah terdapat kesamaan dalam menentukan hukum zakat fitrah dengan wujud uang, berdasarkan nash al-Qur'an tidak ada secara spesifik mengatur zakat fitrah tersebut, yang ada hanya dalam hadis sehingga disini akar perbedaannya. Adapun perbedaan antara keduanya bahwa menurut Imam Syafi'i mengeluarka zakat fitrah dalam wujud uang harus dihindari, meski tidak ada nash al-Qur'an secara spesifik mengaturnya. Dalil urf tidak bisa dihindari karena melihat kebiasaan Nabi saw. dalam mengeluarkan zakat fitrah. Bagi Abu Hanifah mengeluarkan zakat fitrah tidak harus berupa makanan pokok karena tidak ada nash al-Qur'an yang mengaturnya sehingga terdapat interpretasi-interpretasi yang berbeda dengan menggunakan nas Hadis. Menurut Abu Hanifah hukum zakat fitrah dalam wujud uang termasuk kategori ibadah muamalah duniawiyah, oleh karena itu hukumnya bersifat ijtihadi. div

There are no comments yet on this publication. Be the first to share your thoughts.