Affordable Access

Pengujian fraksi ekstrak kulit kayu pulai gading (Alstonia scholais, R.Brown) sebagai zat antibakteri pada (escherichia coli) dan (Staphylococcus auresu) secara in vitro

Authors
Publication Date
Keywords
  • Qh301 Biology

Abstract

FITRIANI KHANIFATUN. J2B 099 092. Pengujian Fraksi Ekstrak Kulit Kayu Pulai Gading (Alstonia scholaris, R. Brown) sebagai Zat Antibakteri pada Escherichia colt dan Staphylococcus aureus secara in vitro. (di bawah bimbingan ISWORO RUKMI, SUSIANA PURWANTISARI dan MEINY SUZERY) Pulai gading (Alstonia scholaris, R. Brown.) sudah sejak lama digunakan sebagai obat kulit dan sakit perut seperti diare. Bakteri yang sering dihubungkan sebagai penyebab diare antara lain E. colt dan S. aureus. Kulit kayu pulai gading dikenal mengandung berbagai macam alkaloid dan senyawa bioaktif Permasalahan yang muncul adalah bagaimana sifat antibakteri dan ekstrak kulit kayu pulai gading terhadap bakteri penyebab penyakit diare, yaitu E. coli dan S. aureus Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh fraksi ekstrak kulit kayu pulai gading serta konsentrasi fraksi ekstrak kulit kayu pulai gading manakah yang paling optimum pengaruhnya sebagai zat antibakteri pada E. colt dan S. aureus Penelitian ini telah dilaksanakan di Laboratorium Mikrobiogenetika Jurusan Biologi Universitas Diponegoro, pada bulan Januari sampai Februari 2003. Rancangan Pereobaan yang digunakan adalah RAL poly faktorial, 2 faktor dengan ulangan 3 kali, pada dua bakteri uji. Terdapat tiga macam fraksi, yaitu n¬heksan, kloroform dan etanol, dengan variasi konsentrasi 5%, 10% dan 20% (b/v). Parameter yang diamati adalah lebar zona hambat (cm). Data yang diperoleh dianalisis dengan Analisis of Variance (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji BNJ, dengan taraf signifikan 5 % dan 1 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua fraksi ekstrak kulit kayu pulai gading memberi hasil negatif terhadap pertumbuhan bakteri E. coll. Sedangkan pada bakteri S. aureus, fraksi ekstrak kloroform memberi lebar zona hambat terbesar dibanding fraksi ekstrak etanol dan n-heksan. Dart analisis interaksi menunjukkan perlakuan yang optimum dalam menghambat pertumbuhan S. aureus adalah kombinasi fraksi klorofonn dan konsentrasi 20 %.

There are no comments yet on this publication. Be the first to share your thoughts.