Affordable Access

Kajian Manajemen Teknologi pada PT. TlRTA RATNA Unit Badranaya, Bandung

Authors
Publication Date
Keywords
  • Manajemen Teknologi

Abstract

Agribisnis, saat ini mendapatkan perhatian dari pemerintah dan ditempatkan sebagai sektor yang strategis untuk meningkatkan devisa. Salah satu komoditi yang semakin meningkat permintaannya dan memiliki prospek untuk berkembang adalah daging. Meningkatnya jumlah penduduk, tingkat pendapatan dan taraf hidup masyarakat juga meningkatkan permintaan daging, baik dalam keadaan segar maupun yang sudah diolah. Untuk mengatasi sifat daging yang mudah rusak (perishable), manajemen perusahaan perlu mengelola sumber daya yang ada di perusahaan agar dapat mengembangkan produk daging menjadi daging olah, sehingga dapat memberi nilai tambah dan menambah waktu simpan daging. Pengolahan daging tidak terlepas dari teknologi, mulai dari yang sederhana sampai teknologi yang canggih. Dengan penerapan manajemen teknologi terpadu, suatu industri diharapkan dapat mencapai tujuan-tujuan yang ditetapkan dengan sumberdaya yang ada secara efisien dengan hasil yang optimal. PD. Badranaya merupakan salah satu unit dari PT. Tirta Ratna yang bergerak dalam bidang pengolahan dan penjualan daging. Memasuki era pasar bebas, PD. Badranaya menghadapi persaingan yang semakin tajam tidak saja dari pengusaha dalam negeri, tetapi bahkan dari pengusaha luar negeri yang akan leluasa memasuki pasar Indonesia. Untuk mengantisipasi persaingan, pada tahun 1995, pihak manajemen PD.Badranaya memutuskan untuk menginvestasikan dana kurang lebih sejumlah Rp. 600 juta dengan mengganti perangkat produksi yang lama dengan teknologi yang lebih modern. Tetapi investasi yang besar tersebut belum diikuti dengan pendapatan keuntungan seperti yang diharapkan oleh perusahaan. Menurut pihak manajemen, walaupun harga jual produk PD. Badranaya relatif lebih tinggi dari pesaingnya, namun biaya yang dikeluarkan sebesar 89% dari penjualan, sehingga besarnya keuntungan hanya sebesar kurang lebih 10% dari penjualan, padahal keuntungan yang diharapkan perusahaan saat ini berkisar 20% -30 % dari penjualan. Rendahnya keuntungan yang didapat PD. Badranaya, mengindikasikan bahwa sumber daya yang ada di perusahaan ini belum dikelola secara optimal, sehingga perusahaan semakin sulit bersaing. Salah satu unsur sumberdaya yang penting untuk dikelola adalah teknologi, sebagai sarana untuk merubah input menjadi output. Teknologi dibutuhkan untuk memproduksi, meningkatkan produktivitas dan untuk meningkatkan daya saing. Kemampuan perusahaan untuk mengelola pabrik dan peralatan yang dimiliki untuk menghasilkan produk dengan kualitas dan kuantitas yang diinginkan, disebut kemampuan operatif dan merupakan salah satu indikator kemampuan teknologi suatu perusahaan. Teknologi itu sendiri perlu didukung faktor sumberdaya yang lain, yaitu sumberdaya manusia, jaringan informasi dan organisasi yang mendukung. Berdasarkan kondisi di atas, dirumuskan masalah sebagai berikut : (1) Bagaimana pelaksanaan manajemen teknologi yang diterapkan oleh PT.Tirta Ratna, Unit Badranaya, Bandung (2) Faktor-faktor apa yang mempengaruhi keberhasilan penerapan Manajemen Teknologi pada PT.Tirta Ratna, Unit Badranaya, Bandung. Geladikarya ini bertujuan untuk: (1) Mengkaji pelaksanaan manajemen teknologi produksi pada PT. Tirta Ratna, Unit Badranaya, Bandung. (2) Mengindentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan penerapan Manajemen Teknologi pada PT. Tirta Ratna, Unit Badranaya, Bandung. (3) Memberikan alternatif pengembangan teknologi yang mungkin dilaksanakan sesuai dengan kondisi perusahaan saat ini. Metoda penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan analisa deskriptif. Data diolah dengan program Minitab dan diuji dengan menggunakan statistika non parametrik metoda Mann-Whitney dan metoda Chi-Square. Hasil pengolahan data dianalisa menggunakan metoda Science and Technological Management Information Systems terhadap dua indikator teknologi, yaitu indikator transformasi teknologi dan indikator kemampuan teknologi. Pengkajian dilakukan terhadap empat komponen teknologi yaitu perangkat teknologi, perangkat manusia, perangkat informasi dan perangkat organisasi. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan di PD. Badranaya, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut : (1) Manajemen Teknologi yang diterapkan PD. Badranaya selama ini masih memiliki beberapa kelemahan. PD Badranaya sudah memiliki dan menguasai perangkat teknologi dan sumber daya manusia yang dapat menjadi faktor keberhasilan dalam industri pengolahan daging, tapi belum ditunjang oleh perangkat informasi dan perangkat organisasi. (2) Dari pengkajian indikator transformasi teknologi diketahui bahwa : (a) Perangkat teknologi PD. Badranaya memiliki jenis mesin manual sampai mesin khusus (median 4), tidak berbeda nyata dengan kondisi yang diharapkan perusahaan, yaitu jenis mesin bermotor sampai mesin otomatis (median sebesar 5). Mesin yang dimiliki perusahaan dinilai sudah memenuhi kondisi yang diharapkan dan dinilai mampu untuk bersaing. (b) Perangkat manusia di PD. Badranaya, dengan median sebesar 5 sudah memiliki kemampuan untuk mereparasi, memproduksi dan mengadaptasi. Kondisi ini tidak berbeda nyata dengan kondisi yang diharapkan perusahaan, yaitu kemampuan untuk mengadaptasi, menyempurnakan dan melakukan inovasi. Sumberdaya manusia menjadi faktor yang menunjang kegiatan perusahaan dalam memproduksi dan menjual daging olah. (c) Perangkat informasi yang pemanfaatannya berada dalam tahap menerangkan, menspesifikasi dan menggunakan fakta (median sebesar 4) masih berbeda nyata dengan kondisi yang diharapkan perusahaan, yaitu menghayati sampai mengkaji fakta (median sebesar 6,5). Perangkat informasi di PD. Badranaya, bila tidak segera ditingkatkan pemanfaatannya akan mengakibatkan perusahaan tertinggal dalam mengantisipasi perubahan-perubahan yang begitu cepat. (d) Organisasi PD. Badranaya, dengan median sebesar 3, masih mencari bentuk dan menetapkan pola kerja dan menciptakan pola kerja baru, belum sesuai dengan harapan perusahaan, yaitu tahap memapankan pola kerja dan menguasai pola kerja unggul (median sebesar 7.5). Perbedaan kondisi ini sangat mencolok dan dapat merugikan perusahaan bila tidak segera diantisipasi. (3) Pengkajian indikator kemampuan teknologi menunjukkan bahwa perusahaan dinilai memiliki kemampuan dalam persaingan industri pengolahan daging (median sebesar 2). Namun, kondisi yang telah dicapai perusahaan masih belum sesuai dengan kondisi yang diharapkan oleh perusahaan, di mana paling tidak posisi perusahaan berada pada level terbaik di Jawa Barat (median sebesar 4). Berdasarkan analisis data dengan menggunakan uji statistika non parametrik metode khi kuadrat, dapat disimpulkan bahwa indicator transformasi teknologi tidak memiliki keterkaitan dengan indikator kemampuan teknologi. (4) Faktor yang mempengaruhi keberhasilan penerapan manajemen Teknologi pada PT. TlRTA RATNA Unit Badranaya, Bandung adalah : (a) Perangkat teknologi dengan tingkat produktivitas tinggi yang dimanfaatkan secara optimal. (b) Sumberdaya manusia dengan kemampuan teknis dan ketrampilan manajemen yang berkualitas sehingga tidak saja menunjang kegiatan perusahaan tapi juga dapat memberikan inovasi-inovasi baru. (c) Pemanfaatan informasi, internal maupun eksternal yang berguna bagi kegiatan perusahaan. (d) Struktur organisasi yang lengkap dan mampu menjalankan fungsi manajemen dengan baik, sehingga perusahaan dapat mengantisipasi secara cepat perubahan yang terjadi. (5) Untuk mengoptimalkan teknologi yang ada, PD. Badranaya dapat menempuh beberapa alternatif kebijakan, yaitu : (a) Meningkatkan fungsi perangkat teknologi dengan mengadakan kajian khusus manajemen produksi yang meliputi pembuatan perencanaan produksi tahunan, optimalisasi kapasitas produksi dan mempelajari kemungkinan pembelian teknologi baru yang dapat menunjang perusahaan. Pemilihan mesin diutamakan untuk proses produksi yang masih dilakukan secara manual. (b) Sumberdaya manusia yang belum memadai di PD. Badranaya perlu ditingkatkan kualitasnya dengan cara pelatihan bagi karyawan, baik dalam ketrampilan teknis maupun ketrampilan manajemen. (c) Pendayagunaan perangkat informasi yang sudah dimiliki, perlu ditingkatkan terutama dalam mendukung proses pengambilan keputusan. Perusahaan dapat membuat jaringan informasi yang melibatkan direksi, pemasok, konsumen, pegawai, agen penyalur dan pihak-pihak lain yang terlibat. Pemanfaatan informasi juga dapat dilakukan dengan memberikan informasi sebanyak-banyaknya kepada konsumen dengan melakukan promosi yang selama ini jarang sekali dilakukan. (d) Perangkat organisasi yang belum memadai perlu dilakukan perubahan dan penambahan fungsi seperti divisi penelitian dan pengembangan dan divisi pengendalian mutu yang belum ada selama ini. Untuk mencapai tujuannya, PD. Badranaya perlu meningkatkan pengelolaan teknologi yang ada dengan memanfaatkan seoptimal mungkin komponen-komponen teknologinya, yaitu dengan cara : (1) Membuat perencanaan produksi tahunan dan optimalisasi kapasitas produksi. (2) Meningkatkan kualitas sumberdaya manusia dengan ketrampilan teknis dan ketrampilan manajemen melalui pelatihan-pelatihan. (3) Memanfaatkan dan meningkatkan kualitas informasi yang ada untuk mendukung proses pengambilan keputusan, khususnya bidang produksi dan pemasaran. (4) Pembentukan divisi penelitian dan pengembangan yang sangat penting dalam menentukan arah perusahaan di masa yang akan datang.

There are no comments yet on this publication. Be the first to share your thoughts.