Affordable Access

STRATEGI DAKWAH DEWAN PIMPINAN MAJELIS AGAMA ISLAM DI PROPINSI PATANI THAILAND SELATAN

Authors
Publication Date
Keywords
  • Manajemen Dakwah

Abstract

Dewan Pimpinan Majelis Agama Islam di Propinsi Patani Thailand Selatan merupakan satu kantor keadilan dan kesejahteraan dan merupakan organisasi masyarakat yang masih eksis dalam banyak kegiatan dakwah dan social. Majelis Agama Islam propinsi Patani dimulai pada masa kepemimpinan pertama kali di ketuai oleh Tuan Guru Haji Sulung Muhamad Sulung Bin Haji Abdul Kadir Tukmina, salah satu seorang alim ulama’ terkemuka pada itu menjadi dan menganggap sebagai Qodi al-syar’i al-dhorori menyempurnakan proses domesikasi politik terhadap Islam. Janganlah menyuarakan gagasan Islam sebagai asa symbol pusat pun tidak diperoleh kerenanya pada masa orde baru. Kantor Majelis Agama Islam mempunyai peranan besar dalam menyiarkan dakwah Agama Islam kepada seluruh penduduk masyarakat muslimnya. Peranan pimpinan sangat terihatnya, misalnya dengan adanya bantuan tenaga wahyu bencana musibah banjir yang terjadi di propinsi Patani pada waktu itu dengan mengadakan kerja social ketempat-tempat terpecil yang sangat sulit di jangkau jalanannya dan bantuan-bantuan lainnya. Dewan pimpinan Islam telah memberikan kegiatan positif dan bernampak bahwa masyarakat menilai kantor merakyatkan serta memperhatikan aspirasi serta kepentingan rakyat kecil pada umumnya. Kenapa masyarakat memadang dimekian? Hal tersebut kancah perpolitikan pemilihan preseden telah usai, tetapi pimpinan dakwah tetap eksis dengan melakukan banyak kegiatan dakwah dan sosial yang mengacu pada kepentingan rakyatnya. Masalah dari penelitian ini adalah bagaimana Strategi dakwah dewan pimpinan Majelis Agama Islam di Propinsi Patani dan apa saja yang menjadi faktur pendukung dan penghambatan dalam menjalankan kegiatan-kegiatan dakwah oleh dewan pimpinannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi dewan pimpinan pada Majelis Agama Islam Propinsi Patani Thailand Selatan, selain itu untuk mengetahui,metode dakwah serta faktor pendukung dan penghambatan yang digunakan oleh Majelis Agama Islam. Metode pengumpulan data dengan observasi, observasi yang digunakan adalah observasi partisipasi untuk memperoleh gambaran tentang strategi dakwah, dan dokumentasi berupa buku, jurnal atau tulisan yang mendukung penelitian ini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah diskriptif kualitatif yaitu menggambarkan dan mengurangi datadata yang telah terkumpul. Dari hasil penelitian ini diharapkan dapat mengetahui strategi dakwah yang digunakan oleh Dewan Pimpinan Majelis Agama Islam di Propinsi Patani yang meliputi dengan kegiatan-kegiatan dakwah yang digunakan di Majelis Agama Islam serta faktor pendukung dan penghambatan dalam kegiatannya.

There are no comments yet on this publication. Be the first to share your thoughts.