Affordable Access

Perancangan Bis Pariwisata Ergonomis

Authors
Publisher
Fakulas Teknik Universitas Surabaya
Publication Date
Keywords
  • Hd28 Management. Industrial Management

Abstract

PO. Seruni adalah sebuah perusahaan yang bergerak dibidang angkutan bis. Armada yang dimiliki pada saat ini sejumlah 15 unit yang terdiri dari 13 unit bis trayek dan 2 unit bis pariwisata, Karena sering mendengar keluhan dari bis pariwisata yang ada, maka PO. Seruni berencana untuk memperbaiki bis pariwisata yang ada dengan cara merancang bis pariwisata yang sesuai dengan keinginan pelanggan. Penelitian ini dimulai dengan pencarian apa yang dikeluhkan oleh pelanggan dan apa yang menjadi keinginan dari pelanggan. Dengan cara wawancara pada tanggal 9 sampai dengan 18 Maret 2002, terhadap 100 orang, yang bepergian ke Malang dan ziarah ke Wali Songo. Hasil yang didapat dari wawancara ini digunakan sebagai dasar untuk membuat kuesioner. Kuesioner ini bertujuan untuk memperkuat dugaan bahwa bagian-bagian dari bis pariwisata yang dikeluhkan itu masih kurang nyaman. Kuesioner ini ditujukan kepada 97 orang yang menyewa bis pariwisata PO. Seruni pada tanggal 20 dan 27 April 2002. Perjalanan yang di1akukan menuju ke Wali Lima (24 orang), Borobudur(47 orang) dan Poh Sarang (26 orang). Hasil kuesioner ini di uji dengan Chi-Square, setelah itu dianalisis menggunakan analisis QFD, sehingga dapat diketahui bagian-bagian mana dari bis pariwisata yang kritis ataupun penting terhadap kenyarnanan konsumen. Analisis QFD yang digunakan adalah HOQ. Pada analisis HOQ ini, bagian yang kritis mempunyai persent importance yang lebih besar, sehingga dalam perancangan akan mendapatkan prioritas ter1ebih dahulu. Pemilihan bagian-bagian dari bis pariwisata yang akan diperbaiki didapat dari hasil kuesioner yang mempunyai keluhan lebib dari 20 orang (20,67 %). Dari bagian yang akan diperbaiki itu, bagian yang mempunyai percent importance yang Jebih besar mendapatkan prioritas terlebib dahulu untuk diperbaiki. Perbaikan dilakukan pada sandaran punggung, lebar alas kursi, tinggi kursi, jarak antar kursi, ketinggian pintu masuk, ketinggian plafon. Sandaran punggung rancangan baru ini termasuk sandaran kepala, dimana pada sandaran kepala yang baru ini berupa bantal yang dapat diatur ketingginanya, dan bentuk sandaran punggung yang mengikuti bentuk punggung dari manusia Lebar alas kursi yang baru dibuat menjadi lebih lebar sebesar 48,5 em, tinggi alas kursi diturunkan menjadi 43,5 cm, jarak antar kursi diperlebar menjadi 50 cm, ketinggian pintu masuk diperbaiki dengan eara menarnbahkan anak tangga pembantu, dan ketinggian plafon dinaikkan menjadi 170 em. Setelah perancangan ini dibuat akan dianalisa aspek keuangannya apakah layak atau tidak untuk diimplementasikan. Berdasarkan aspek keuangan diperoleh hasil analisa NPV sebasar Rp 21.752.699,- dan lRR yang dibasilkan senilai 19,91% dan lRR tersebut layak berada diatas MARR yaitu 18,33%. Juga didapatkan hasil payback period sebesar 4,89 tahun. Dari hasil diatas dapat dikatakan bahwa ini layak untuk dilakukan.

There are no comments yet on this publication. Be the first to share your thoughts.