Affordable Access

STRATEGI MEMBANGUN PERDAMAIAN ANTAR UMAT BERAGAMA DENGAN CINTA DALAM PANDANGAN MUHAMMAD FETHULLAH GÜLEN

Authors
Publication Date
Keywords
  • Perbandingan Agama

Abstract

Agama yang hadir dalam beragam bentuk merupakan jalan hidup manusia menuju The Real. Agama yang hadir dalam hidup manusia menurut Durkheim menjadikan satu sama lain bersaudara dan hidup dalam satu kesatuan. Di sisi lain agama hadir sebagai pemecah belah, dikarenakan adanya pandangan sempit dan sikap fanatisme terhadap suatu agama sehingga menolak terjadinya persentuhan dengan agama lain. Pandangan sempit dan sikap fanatisme terhadap suatu agama akan melahirkan sikap tertutup terhadap individu atau kelompk lain, tidak mudah menerima perbedaan yang tidak sejalan dengan keyakinannya dan bukan tidak mungkin akan terjadi tindak kekerasan dalam aksi penolakan tersebut. Kejadian yang demikian merupakan akibat dari hilangnya rasa penghormatan kepada orang lain dan tidak adanya sikap saling menghargai. Menjadi seorang muslim yang sejati harus dapat membentuk dan menjaga hubungan sosial yang harmonis antar pemeluk agama serta memberikan kebebasan berpendapat dan berprilaku sosial sesuai nilai-nilai keberagamaan masing-masing. Konsep cinta yang digagas oleh Muhammad Fethullah Gülen membawa nilai-nilai moral prikemanusiaan yang bisa menjadikan hubungan antar individu dan kelompok lebih harmonis. Maka dari itu konsep cinta kali ini akan mampu mewujudkan perdamaian. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan jenis data literer atau kepustakaan, dengan metode pengumpulan data berupa dokumentasi yang digunakan untuk mengumpulkan data-data primer tentang substansi persoalan dalam skripsi ini. Adapun analisis datanya dengan menggunakan teori sosiologi pengetahuan untuk memahami pemikiran Gülen, yaitu dengan tetap berpijak pada lokasi sosial, konteks sosial dan struktur kemasukakalan seseorang, karena bagaimanapun setiap pemikiran selalu berkaitan dengan keseluruhan struktur sosial yang melingkupinya, hal ini disebut Mannheim sebagai teori relasionisme. Sehingga akan diketahui pengaruh pemikiran Gülen dan distribusi pemikirannya sebagai strategi membangun perdamaian antar umat sebagai cita-cita bersama. Berdasarkan uraian di atas, dapat diketahui bahwa konsep cinta yang digagas oleh Muhammad Fethullah Gülen dipengaruhi oleh keadaan sosial politik dan pengaruh dari Badiuzzaman Said Nursi dan Jalauddin al-Rumi. Konsep cinta yang digagas Gülen mendorong manusia untuk saling menghargai perbedaan dan saling menolong dan mengasihi satu sama lain. Menurut Gülen cinta adalah tali yang mengikat manusia sehingga satu sama lain berada dalam satu kesatuan. Cinta yang demikian akan melahirkan sikap toleransi universal yang menjamin kebebasan berekspresi kepada semua pihak. Gülen yang dipengaruhi Badiuzzaman termotifasi untuk memberikan pelayanan penuh kepada masyarakat (hizmet) sebagai gambaran dari cintanya untuk menggalang perdamaian. Karakter kesufian yang melekat pada dirinya tidak menjadi pemisah Gülen dengan masyarakat, menurutnya untuk mencapai kebenaran yang hakiki adalah dengan melayani masyarakat degan tulus.

There are no comments yet on this publication. Be the first to share your thoughts.