Affordable Access

Download Read

EVALUASI PEMUNGUTAN PAJAK HIBURAN DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN ASLI DAERAH (Suatu Studi di Dinas Pendapatan Kabupaten Kediri)

Authors
Publisher
Department of Accounting
Keywords
  • Pajak
  • Pemungutan

Abstract

Dampak diterapkannya otonomi daerah dan desentralisasi fiskal pada awalnya adalah terjadinya ?euphoria diseas? dimana pemda telah membuat begitu banyak perda-perda tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD), sehingga menimbulkan berbagai masalah yang bertentangan dengan kepentingan umum dan atau peraturan-peraturan yang lebih tinggi. Masalah yang lebih serius akibat pemberian kewenangan perpajakan (taxing-power) tersebut adalah terganggunya iklim investasi di daerah karena para investor lokal maupun asing merasa terbebani akibat banyaknya jumlah pungutan daerah yang harus ditanggung. Lebih luas, hal ini akan menjadi bumerang bagi perkembangan ekonomi makro karena adanya distribusi dalam kebiasaan investasi di daerah dan berdampak secara nasional. Kabupaten Kediri sebagai daerah otonom mempunyai kewenangan dan kebebasan untuk membentuk dan melaksanakan kebijakan menurut prakarsa dan aspirasi masyarakatnya sendiri. Perubahan-perubahan terhadap kebijakan pemerintah daerah tentang pajak hiburan menunjukkan bahwa perbaikan umumnya dilakukan hanya pada pengenaan tarif. Dampak dari hal tersebut adalah pengenaan tarif untuk semua jenis hiburan dipersamakan yang hal ini jelas merugikan bagi para objek pajak hiburan maupun pemerintah kabupaten Kediri itu sendiri. Untuk itu perlunya dibentuk tim khusus yaitu Tim Pertimbangan Pajak Hiburan (TPPH). Hal ini didasari pertimbangan bahwa dalam rangka menunjang kelancaran serta mempercepat proses pemungutan pajak hiburan. Hasil penelitian menunjukkan kebijakan pajak hiburan di kabupaten Kediri hanya pada intensifikasi pajak hiburan karena lebih mudah dan mempunyai konsekuensi lebih kecil untuk ditolak serta tanpa melaksanakan ekstensifikasi. Realisasi pajak hiburan di kabupaten Kediri selama tahun anggaran 1999/2000 ?2006/2007 telah mencapai target bahkan terjadi over target. Tercapainya target dalam tahun anggaran ini disebabkan oleh ada beberapa penambahan tempat hiburan baru dan atau objek pajak hiburan baru serta seringnya pagelaran musik dan event-event olah raga. Dilihat dari perkembangannya, realisasi pajak hiburan di kabupaten kediri cenderung mengalami kenaikan dari tahun ke tahun. Kenaikan tersebut disebabkan karena semakin tingginya pemasukan dari pajak hiburan insidentil atau adanya event-event musik dan olah raga.. Kontribusi pajak hiburan terhadap pajak daerah kabupaten Kediri sejak tahun anggaran 1999/2000 hingga tahun anggaran 2006/2007 rata-rata sebesar 0.320%. Begitu juga terhadap PAD kabupaten Kediri dimana kontribusinya cenderung meningkat rata-rata sebesar 0.008%. Keyword : PEMUNGUTAN, PAJAK Link Terkait : http://skripsi.umm.ac.id/files/disk1/211/jiptummpp-gdl-s1-2007-harvinovir-10539-Pendahul-n.pdf

There are no comments yet on this publication. Be the first to share your thoughts.