Affordable Access

Penjadwalan Produksi dan Perencanaan Bahan Baku di PT. Young Jaya Perkasa

Authors
Publisher
Fakultas Teknik UBAYA
Publication Date
Keywords
  • Hd28 Management. Industrial Management

Abstract

PT. Young Jaya Perkasa adalah perusabaan yang bergerak di bidang industri sepatu. Perusahaan ini bersifat job order, di mana demand berasal dari order pabrik-pabrik sepatu lain. Sepatu-sepatu yang diproduksi PT. Young Jaya Perkasa sekitar 40% dipasarkan di dalam negeri dan 60% dipasarkan di luar negeri. Produk yang dibuat meskipun memiliki spesifikasi yang berbeda tetapi urutan urutan proses produksinya tetap sama, sehingga tipe produksinya bersifat flow shop. Perusahaan dalam menetapkan due date dan pembuatan jadwal produksi belum menetapkan aturan yang lebih pasti dan hanya berdasarkan pengalaman masa lalu serta perkiraan saja. Aturan umum yang paling sering dipergunakan adalah aturan first come first serve. Perusahaan juga sering mengalami kekacauan penggunaan bahan baku utama, jika ada baban baku suatu job diutamakan untuk job lain. Permasalahan utama yang dihadapi PT. Young Jaya Perkasa adalah bagaimana mengurutkan dan menjadwalkan produksi sepatu yang baik agar sebanyak mungkin order dari pelanggan dapat diselesaikan sesuai dengan batas waktu penyelesaian yang telah ditetapkan sehingga dapat mengurangi keterlambatan job. Selama ini jika ada job yang terlambat, perusabaan tidak dikenai penalty cost (denda) sehingga metode pendekatan yang dipakai untuk mengurutkan order masuk adalah aturan EDD (Early Due Date) dan order-order yang due datenya sama diatur lagi dengan aturan SPT (Shortest Processing Time). Sehingga penelitian ini bertujuan untuk merancang algoritma penjadwalan yang sesuai dengan kondisi perusahaan sehingga dapat menentukan waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pesanan dari konsumen, serta menentukan kapan dan jumlah pemesanan bahan baku. Penelitian dimulai dengan melakukan pengamatan awal, kemudian mengumpulkan data serta mengolahnya menjadi informasi yang dapat digunakan untuk menganalisis metode penjadwalan awal dan usulan. Setelah melakukan analisis metode awal dan usulan, maka dapat diperoleh bahwa penjadwalan usulan dapat mengurangi jumlah keterlambatan yang semula 7 menjadi 1 job yang terlambat. Mean of tardiness yang semula 1,55 hari kerja berkurang menjadi 0,46 hari kerja.

There are no comments yet on this publication. Be the first to share your thoughts.