Affordable Access

ISOLASI DAN PURIFIKASI FITASE DARI KOTILEDON KEDELAI [GLYCINE MAX (L.) MERR.] HASIL PERKECAMBAHAN

Authors
Publisher
Majalah Ilmiah Peternakan
Publication Date

Abstract

RINGKASAN Asam fitat (myo-inositol hexakisphosphate) merupakan bentuk utama unsur P yang terdapat dalam biji legum dan sereal. Selama proses perkecambahan, unsur P dari asam fitat digunakan sebagai sumber nutrisi untuk pertumbuhan dan perkembangan kecambah. Hidrolisis asam fitat dalam biji oleh aktivitas fitase akan melepaskan inositol dan fosfat bebas. Tidak adanya aktivitas fitase dalam saluran pencernaan ternak non-ruminansia menyebabkan mineral dan unsur nutrisi lain yang terikat pada asam fitat tidak dapat diserap. Penggunaan fitase untuk menghidrolisis asam fitat meningkatkan daya serap usus terhadap mineral dan unsur nutrisi lainnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas fitase pada kotiledon kedelai hasil perkecambahan. Biji kedelai ditumbuhkan pada media kapas basah selama 14 hari dan setiap 2 hari kotiledon dipanen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biji kedelai var. Bromo yang dikecambahkan selama 10 hari menghasilkan aktivitas fitase kotiledon tertinggi. Purifikasi fitase kotiledon kedelai dengan amonium sulfat dan fraksinasi dengan DEAE-celullose menghasilkan tiga bentuk fitase. Fitase 2 mempunyai aktivitas spesifik tertinggi (35,96 ug Pi jam-1mg protein-1) dengan nilai km dan Vmaks masing-masing sebesar 0.221 mM asam fitat dan 0.383 ?Pi jam-1.

There are no comments yet on this publication. Be the first to share your thoughts.