Affordable Access

Tari Legong Legod Bawa

Authors
Publisher
ISI Denpasar
Publication Date
Keywords
  • Nx Arts In General

Abstract

Tari Legong Legod Bawa adalah salah satu jenis tari klasik yang tetap berpijak pada pakem Palegongan. Tarian ini dibawakan oleh dua orang penari wanita, tanpa adanya penari Condong sebagaimana yang terdapat pada Legong Keraton Lasem. Sesuai dengan yang penulis sampaikan di atas, bahwa perkembangan suatu tarian di suatu tempat merupakan adaptasi yang sangat terkait dengan daerah tempat tarian itu berkembang. Hal ini pun berlaku pada tari-tari Palegongan di Desa Saba dimana tariannya tetap bersumber pada kaidah Palegongan dengan menambahkan beberapa gerakan-gerakan yang khas dan unsur cerita yang disesuaikan dengan keinginan penciptanya dahul. Dalam tarian ini akan dijumpai bebrapa gerakan khas yang dimiliki oleh style Saba, diantaranya Ngengsogang pinggul, Ngubit sebanyak dua kali dan Maserod. Unsur cerita bukanlah hal yang paling penting dalam tari Legong, karena cara pendramaannya cukup sederhana dan abstrak. Untuk menyampaikan maksud atau inti cerita kepada para penoton, diperlukanlah adanya peran seorang juru tandak. Juru tandak inilah yang nantinya mentransfer cerita melalui nyanyian mengikuti irama musik pengiring tarian. Hal ini pun terjadi pada pementasan tari Legong Legod Bawa, dimana cerita yang diambil bersumber pada mitologi Hindu.

There are no comments yet on this publication. Be the first to share your thoughts.