Affordable Access

Analisis Efektifivitas Pelatihan Supervisor Di PT. Texmaco Perkasa Engineering

Authors
Publication Date
Keywords
  • Manajemen Sumber Daya Manusia

Abstract

Sektor industri di Indonesia secara umum terus berkembang. Salah satu bidang yang menjadi sorotan adalah industri tekstil yang menjadi salah satu tumpuan perolehan devisa negara. Di sektor perindustrian, banyak tantangan yang harus dihadapi oleh perusahaan, salah satunya adalah sumberdaya manusia. Tanpa sumberdaya manusia yang berkualitas, perusahaan tidak dapat mengembangkan roda perusahaan. Oleh sebab itu untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap, upaya yang dilakukan perusahaan salah satunya adalah pelatihan. PT. Texmaco Perkasa Engineering yang bergerak di bidang produksi komponen dan mesin-mesin tekstil mempunyai 2.343 karyawan dimana 172 diantaranya adalah supervisor dan telah mempunyai prosedur pelatihan mulai dari pra-pelatihan, pada saat pelatihan dan pasca pelatihan. Jenis pelatihan yang disusun berdasarkan training matrik, dengan analisis kebutuhan yang berasal dari PP-SDM dan perusahaan sendiri disesuaikan dengan tujuan perusahaan. Namun demikian perusahaan masih melihat hasil dari pekerjaan mereka belum memuaskan. Mereka hanya bertumpu pada penyelesaian pekerjaan pada ketepatan waktu bukan pada hasil yang memuaskan. Permasalahan yang ingin ditelaah adalah apakah pelatihan yang dilaksanakan perusahaan sudah efektif dan sejauh mana program yang disusun telah sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan pekerjaan. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka tujuan yang hendak dicapai adalah untuk (1) mengevaluasi efektivitas pelatihan dan (2) menentukan kebutuhan pelatihan yang sesuai dengan tuntutan pekerjaan. Metode kajian manajemen yaitu metode yang membandingkan apa yang terjadi di perusahaan dengan teori-teori yang harus dipenuhi. Pengumpulan data sekunder seperti kebijakan perusahaan, jumlah tenaga kerja dan peraturan diperoleh dari perusahaan, sedangkan data primer dilakukan dengan wawancara, observasi, dan pengisian kuisioner dan data yang diperoleh, ditabulasi dan dilihat presentasenya. Pengumpulan informasi dilakukan secara cacah dengan mengambil responden sebanyak 30 orang supervisor dari tiga departemen yaitu Computer Numeric Control (CNC), Loom Assembly (LA) dan Manufacturing Engineering (ME). Sedangkan untuk pengamatan secara langsung mengenai instruktur, yang diambil berdasarkan peserta yang mengikuti pelatihan yang diwakili dari semua departemen. Analisis data yang dilakukan adalah dengan pengelompokan data, sortasi dan tabulasi data. Analisis yang dilakukan yaitu; penerapan program pelatihan, instruktur yang memberikan pelatihan pada saat pengamatan, manfaat pelatihan, serta kebutuhan pelatihan. Berdasarkan hasil evaluasi terhadap pelatihan yang dijalankan perusahaan pada umumnya sudah cukup efektif terdiri dari sistem pelatihan dimana rata-rata responden 3,5 yaitu cukup baik , pelatihan dalam hubungannya dengan pekerjaan sehari-hari ; 4,5 yaitu sangat berhubungan, metode pelatihan; 3,6 yaitu baik, materi yang diberikan ; 4,13 yaitu sesuai dengan program yang diberikan, waktu pelaksanaan; 3,46 yaitu cukup bagi peserta pelatihan, instruktur yang memberikan pelatihan; 3,76 yaitu sudah cukup baik dan fasiltas alat bantu pelatihan ; 3,3 yaitu cukup. Namun ada beberapa masalah yang dalam pelaksanaannya masih kurang baik yaitu : (1) prosedur pelatihan yang masih belum seluruhnya dilaksanakan, (2) masih ada beberapa supervisor yang memerlukan pelatihan di 3 departemen yaitu Sw, Sk, Ar Sn, Kf, Bs, Mn, Di, Y, Su Al, Dt dan Rd. Sedangkan evaluasi pada pengamatan pelatihan secara langsung pada beberapa instruktur dengan melihat materi, bahan, metode, penyajian, pengucapan dan penampilan dapat dinyatakan baik, tetapi pengembangan instruktur harus terus dilakukan karena sistem pengajaran yang terus berubah. Evaluasi pada manfaat pelatihan dilihat dari bawahan adalah meningkat terbukti dari W+>Wtabel (39>0,14) sedangkan manfaat pelatihan dilihat dari atasan masing-masing terbukti meningkat W+ > Wtabel (373 > 0,14) Kesimpulan dari geladikarya ini adalah sistem pendidikan dan pelatihan adalah cukup baik, dan dalam pengelolaan sistem pelatihan, penentuan kebutuhan kebutuhan masih berdasarkan training matrik. Pengamatan langsung terhadap salah satu pelatihan terhadap instruktur dengan melihat materi, bahan pelatihan, metode, penyajian, pengucapan dan penampilan dapat dikatakan cukup baik. Dalam analisis kebutuhan, beberapa karyawan seperti Sw, Sk, Ar, Sn , Kf , Bs, Mn, Di, Y , Su, Al, Dt dan Rd memerlukan pelatihan. Sedangkan hasil pengujian terhadap pelatihan untuk melihat sebelum dan sesudah pelatihan pelaksanaan pelatihan, baik yang dilihat dari supervisor maupun atasan langsung adalah ada pengaruh antara pelatihan dengan tugas pekerjaan. Saran yang diberikan adalah perusahaan dalam membuat suatu jenis pelatihan harus disesuaikan dengan kebutuhan pelatihan yang cocok bagi supervisor. Oleh sebab itu koordinasi dengan PP-SDM perlu dikembangkan. Selain untuk melihat pelatihan yang telah dilakukan bermanfaat, depatemen training harus melakukan evaluasi hasil pelatihan pada departemen masing-masing, sehingga dapat dijadikan salah satu alat dalam menentukan karir supervisor. Perlunya departemen training mendata ulang uraian pekerjaan dari masing-masing supervisor sehingga dapat diketahui oleh karyawannya sendiri.

There are no comments yet on this publication. Be the first to share your thoughts.