Affordable Access

MODEL INTEGRASI SAPI POTONG-PADI BERBASIS ECO-FARMING DENGAN INOVASI TEKNOLOGI JERAMI PADI SEBAGAI PAKAN, KOTORAN SAPI SEBAGAI BIOGAS-PUPUK PADA USAHATANI PEDESAAN

Authors
Publication Date
Keywords
  • : Integrasi
  • Sapi
  • Padi
  • Limbah
  • Eco Farming

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi eksisting yaitu karakteristik petani, karakteristik usahatani padi dan sapi, karakteristik teknologi pengelolaan limbah padi dan sapi yang dilaksanakan oleh petani, dan status keberlanjutan integrasi sapi dan padi yang dilaksanakan oleh petani. Data yang diperlukan dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan data skunder. Data primer yang diperlukan dalam penelitian ini dikumpulkan dengan melakukan penelitian lapangan yaitu, langsung kepada petani peternak. Data primer yang diperlukan dalam penelitian ini berhubungan dengan kondisi eksisting yaitu karakteristik petani peternak, karakteristik usaha tani padi, karakteristik usaha ternak sapi, karakteristik teknologi pengelolaan limbah. Data sekunder diperoleh dengan melakukan studi kepustakaan untuk menunjang, melengkapi, dan meyempurnakan data primer. Teknik pengumpulan data skunder adalah dengan cara mempelajari dari jurnal, laporan- laporan dari instansi terkait serta karya tulis lainnya yang ada hubungannya dengan penelitian ini. Karateristik usahatani padi masih konvensional, yang dicirikan masih tingginya penggunaan pupuk kimia dan pestisida kimia. Karakterisitk usahaterna sapi potong umumnya bersifat semi intensif, yang dicirikan sebagain besar peternak telah mengandangkan ternaknya pada malam hari. Pemberian paakan masih sangat tergantung pada ketersediaan hijuan alami. Karakteristik pengolahan limbah baik pada usahtani padi maupun usahaternak sapi belum maksimal. Hanya sebagaian kecil limbah jerami dimanfaatkan, baik untuk campuran pupuk kompos maupun sebagai pakan sapi. Pemanfaatan limbah kotoran sapi juga demikian, sebagian telah dimanfaatkan sebagai pupuk, dan hanya sebagian kecil yang telah memanfaatkan sebagai biogas. Dalam pemanfaatan inovasi teknologi pengolahan limbah diperlukan penyediaan sarana prasarana pendukung penggunaan teknologi seperti rumah kompos untuk pengolahan pupuk dan digester untuk biogas. Status keberlanjutan secara multidimensi menghasilkan nilai indeks keberlanjutan integrasi sapi potong dan padi dengan inovasi teknologi pengolahan jerami padi sebagai pakan, kotoran ternak sebagai pupuk dan biogas yang dilaksanakan oleh petani peternak di pedesaan menghasilkan nilai indeks sebesar 46,12 (kurang berkelanjutan). Untuk meningkatkan status keberlanjutan, maka harus dilakukan perbaikan terhadap atribut sensitif pada masing-masing dimensi. Atribut dimensi ekologi a). potensi dan daya dukung limbah ternak sapi, b). potensi dan daya dukung jerami padi, serta c). manajemen budidaya usahatani sapi. Atribut yang perlu mendapat perbaikan untuk dimensi ekonomi a). kontribusi limbah ternak biogas terhadap biaya bahan bakar, b) jumlah dan kepemilikan lahan sawah, serta c). jumlah dan kepemilikan sapi, dimensi sosial adalah a). tingkat kemauan dan motivasi memanfaatkan jerami padi, b). pemahaman dampak limbah terhadap lingkungan, serta c) pengalaman terkait integrasi sapi potong dan padi, serta dimensi teknologi a). sarana dan prasarana pengolahan biogas, b). sarana dan prasarana pengolahan pupuk, dan c). penerapan teknologi pengolahan limbah sapi sebagai biogas.

There are no comments yet on this publication. Be the first to share your thoughts.