Affordable Access

PENDIDIKAN AGAMA ISLAM PADA ANAK AUTIS DI SD N GIWANGAN UMBULHARJO YOGYAKARTA

Authors
Publication Date
Keywords
  • Pendidikan Agama Islam

Abstract

SOFIATUN. Pendidikan Agama Islam Pada Anak Autis di SD N Giwangan Umbulharjo Yogyakarta. Skripsi. Yogyakarta: Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga, 2012. Latar belakang penelitian ini adalah bahwa anak autis mempunyai masalah atau gangguan sensoris, pola bermain, perilaku dan emosi, sehingga anak autis juga berhak mendapatkan suatu layanan pendidikan yang layak dengan anak-anak normal lainnya. Setiap manusia memiliki hak untuk memperoleh pendidikan yang sudah tercantum dalam Undang-Undang Dasar 1945 pasal 31 ayat 1, yang berbunyi ”Setiap warga Negara berhak mendapatkan pendidikan”. Jadi anak berkebutuhan khusus salah satunya anak autis juga merupakan individu yang harus diberi pendidikan baik itu berupa akademik maupun non akademik. Dalam kenyataannya pembelajaran untuk anak autis dapat disamakan dengan anak normal. Ada model pembiasaan agamis yang diterapkan di SD N Giwangan. Yang menjadi permasalahan penelitian ini adalah bagaimana pembelajaran pada anak autis di kelas regular, serta kendala-kendala yang dihadapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pendidikan Agama Islam pada anak autis dan untuk mengetahui apa saja faktor pendukung dan penghambat di SD N Giwangan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan mengambil latar di SD N Giwangan. Pengumpulan data dilakukan dengan mengadakan pengamatan, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan mengorganisasikan data yang berhasil dikumpulkan kemudian dianalisa dan ditarik kesimpulan. Pemeriksaan keabsahan data dilakukan dengan mengadakan triangulasi metode dan sumber dengan cara membandingkan data hasil pengamatan dan hasil wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pendidikan Agama Islam pada anak autis di SD N Giwangan dalam pembelajarannya disamakan dengan anak normal, yaitu meliputi tujuan pendidikan, materi, metode, media pembelajaran, program pendidikan, penilaian, dan faktor keberhasilan pendidikan. Dalam penggunaan metode pembelajaran PAI hampir sama dengan metode pada umumnya yaitu metode ceramah, multimedia, sosiodrama, cerita, inkuiri, serta melibatkan siswa secara langsung. Metode khusus anak autis yaitu metode pembiasaan, nasihat, keteladanan, dan hukuman. Untuk penilaiannya diambil dari keseluruhan sikap, ulangan harian, UTS, UAS, OKK/kenaikan kelas, tugas, dan pekerjaan rumah. Namun, disisi lain ada perbedaan dalam penetapan sistem penilaian yaitu nilai untuk anak autis dapat ditambahkan 1,5 apabila tidak mencapai nilai KKM, dimana nilai KKM untuk mata pelajaran PAI adalah 7,2. Faktor pendukung diantaranya situasi yang kondusif yaitu adanya dua guru dalam satu kelas, interaksi sosial yang baik dari pihak guru, siswa, orang tua, serta mempunyai guru yang komunikatif. Sedangkan faktor penghambatnya yaitu media yang kurang, tingkat kemampuan anak autis yang berbeda dengan anak normal, konsentrasi siswa yang mudah terganggu, kondisi anak autis yang tidak sehat, emosi anak yang tinggi, tidak mau fokus dalam pembelajaran, kontak mata kurang, pola fikir yang berbeda dengan anak normal, dan kondisi anak yang Temper Tantrum.

There are no comments yet on this publication. Be the first to share your thoughts.