Affordable Access

Alternatif pengembangan tanaman asparagus wortel atau kentang pada lahan pt. pecconina baru padang

Authors
Publication Date
Keywords
  • Manajemen Strategi

Abstract

Bertambahnya pertumbuhan penduduk menyebabkan kebutuhan masyarakat akan sayur-sayuran terus meningkat dari tahun ke tahun. Beberapa tanaman sayuran di dataran tinggi seperti wortel, asparagus dan kentang mulai banyak diminati disamping sayuran komersial lainnya seperti bayam, kubis, kol, sawi, dan lain sebagainya. Kemudian PT. PECCONINA BARU di Sumatera Barat merupakan perusahaan agribisnis yang melaksanakan kegiatan dibidang usaha perkebunan teh di Padang dan perkebunan kelapa sawit di Palembang. Khusus perkebunan teh di Padang kapasitas luas lahannya adalah sebesar 2.077 Ha, yang sampai saat ini baru diusahakan oleh PT. PECCONINA BARU seluas 1.500 Ha dan sisanya ± 577 Ha belum dimanfaatkan secara optimal. Bertitik tolak dari kebutuhan dan permasalahan di atas, maksud dan dan tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan alternatif diantara komoditi tanaman sayuran wortel, asparagus dan kentang yang dapat memberikan keuntungan dan prospek bisnis terbaik, serta layak untuk diinvestasikan pada lahan yang belum dimanfaatkan tersebut di PT. PECCONINA BARU Padang Sumatera Barat. Untuk mencapai tujuan tersebut dilakukan langkahlangkah pengkajian sebagai berikut : 1. Kesesuaian lahan bagi ketiga jenis komoditi tanaman tersebut. 2. Kebutuhan dan permintaan pasar atas ketiga jenis komoditi tanaman tersebut. 3. Kelayakan usaha investasi atas ketiga jenis komoditi tanaman tersebut. 4. Pemilihan alternatif terbaik dari ketiga jenis komoditi tanaman tersebut. Dari hasil analisis aspek teknis agronomis masing-masing komoditi tanaman dianalis is kesesuaiannya terhadap suhu, kelembaban, jenis tanah, derajat keasaman, ketinggian dipermukaan Jauh serta kesesuaian iklimnya. Ternyata asparagus lebih cocok dan sesuai terhadap kondisi nyata di lapangan (lahan PT. PECCONINA BARU) dibanding wortel dan kentang. Dari hasil analisis perhitungan financial dengan menggunakan NPV, IRR, BIC Ratio, Pay Back Period, ROA, ROE, ROJ, dan Profit Margin terhadap masing-masing komoditi tanaman dihasilkan perhitungan sebagai berikut : 1. Analisis NPV Dari hasil analisis perhitungan finansial Net Present Value terhadap ketiga kondisi tanaman didapatkan NPV untuk Asparagus Rp.147.451.277 untuk Wortel Rp.46.036.314 dan Kentang Rp.15.051.022, setelah dianalisis ternyata ketiganya menunjukkan positif. 2. Analisis IRR Dari hasil analisis IRR tercatat sebesar 60 % untuk Asparagus, 31 % untuk Wortel dan 23 % untuk Kentang, sehingga dengan demikian ketiga komoditi tanaman tersebut lebih besar dari keuntungan yang dipersyaratan yaitu sebesar 20 %, sesuai dengan tingkat suku bunga deposito. 3. Analisis BIC Ratio Untuk BIC Ratio komoditi tanaman Asparagus yaitu sebesar 6,36 Wortel sebesar 1,87 dan untuk komoditi tanaman Kentang 1,43 dari hasil analisis perhitungan menunjukkan bahwa BIC Ratio ketiga jenis komoditi tersebut positif. 4. Analisis PBP Dari analisis perhitungan menunjukkan masa pelunasan pengembalian modal untuk komoditi tanaman Asparagus paling lama 1,45 tahun, Wortel 1,78 tahun dan Kentang 2,74 tahun. 5. Analisis ROA Analisis ini diperhitungkan dari laba bersih setelah dikurangi pajak dibagi total asset/pendapatan dikalikan 100%. Dari hasil perhitungan didapatkan untuk Wortel 39,32 % dan Kentang 16,52 % artinya bahwa nilai ROA cukup besar sehingga perhitungan ini disukai. 6. Analisis ROI Analisis ini diperhitungkan dari laba bersih setelah dikurangi pajak dibagi dengan nilai investasi dikalikan 100 %. Hasil perhitungan menunjukkan untuk Wortel pada tahun I = 67,41 %, tahun ke II = 72,80 %, tahun ke III = 78,63 %, tahun ke IV = 84,92 %, dan tahun ke V = 91,92 %. Sedangkan untuk Kentang menunjukkan pada tahun ke I = 47,72 %, tahun ke II = 50,46 %, tahun III = 54.49%, tahun ke IV = 58,85 %, dan tahun ke V = 63,56 %. Dengan demikian dapat diartikan bahwa ROI untuk Wortel dan Kentang cukup besar dan disukai investor. 7. Analisis Profit Margin Analisis margin laba atas penjualan dihitung dengan membagi laba bersih setelah dikurangi pajak dibagi penjualan, dengan memberikan prosentase laba dari setiap rupiah penjualan. Dari hasil anal isis menunjukan bahwa untuk perhitungan profit Margin sama halnya dengan perhitungan ROA yakni untuk Wortel 39,32 % dan Kentang 16,52 %. Setelah mengamati dan menganalisis dari semua kesesuaian secara aspek teknis Agronomis dan analisis perhitungan financial yang telah diuraikan diatas kiranya dapat ditarik kesimpulan bahwa komoditi tanaman Asparagus merupakan alternatif yang paling cocok/sesuai dan layak untuk dikembangkan pada PT. PECCONINA BARU.

There are no comments yet on this publication. Be the first to share your thoughts.