Affordable Access

KEDUDUKAN HUKUM NASABAH TABUNGAN MUDHARABAH DALAM PERBANKAN SYARI'AH ( Studi Kasus Di Bank BNI Syari?ah Malang)

Authors
Publisher
Twinning Program
Publication Date
Keywords
  • Nasabah Tabungan
  • Perbankan Syari'Ah

Abstract

Obyek studi dalam penelitian ini adalah mengenai tabungan mudharabah di bank BNI Syari?ah Malang, yaitu tabungan yang boleh diambil kapan saja oleh pemiliknya dengan menggunakan pronsib mudharabah. Mudharabah adalah prinsip bagi hasil dimana keuntungan dibagi antara nasabah dan bank, berbeda dengan tabungan di bank konvensional yang lebih dulu dikenal masyarakat yang memakai sistem bunga sehingga keuntungan sudah ditentukan dimuka dengan prosentase sehingga menjanjikan keuntungan yang pasti. Dengan demikian bagaimanakah kedudukan nasabah dalam tabungan mudharabah dan apa saja yang menjadi hak dan kewajibanya dan yang terpenting resiko apa saja yang dihadapi masih menjadi pertanyaan besar bagi masyarakat Indonesia khususnya umat Islam. Penelitian ini adalah penelitian yuridis sosiologis yang menggunakan metode deskriptif kualitatif, sehingga data yang diperoleh adalah data yang menggambarkan bagaimana tabungan mudharabah dilaksanakan di bank BNI Syari?ah Malang, dan bagaimana kedudukan hukum nasabah, hak dan kewajibanya serta resiko yang dihadapi dalam tabungan mudharabah. Melalui penelitian yang mendalam penelitian ini memperoleh hasil bahwa dalam tabungan mudharabah nasabah berkedudukan sebagai Shahibul Maal/investor yaitu orang yang menyediakan dana dalam kerja sama bagi hasil untuk dikelola oleh mudharrib/pengelola dalam hal ini bank. Dalam kapasitasnya sebagai shahibul maalnasabah mempunyai hak dan kewajiban sebagai berikut; 1) wajib menyediakan dana untuk dikelola oleh bank 2) berhak menerima bagi hasil sesuai nisbah yang telah disepakati 3). Menarik atau menutup dananya sewaktu-waktu. Dalam kapasitasnya sebagai mudharib bank berkewajiban melakukan usaha dengan menggunakan dana dari shohibul maal dan berhak atas bgi hasil dari keuntungan usahanya tersebut sesuai nisbah bagi hasil yang telah disepakati. Sedangkan resiko yang dihadapi adalah ketidak pastian keuntungan yang diperoleh karena besarnya bagi hasil dipengaruhi oleh besar kecilmya keuntungan yang diperoleh oleh bank. Namun resiko itulah yang membedakan tabungan syari?ah dengan tabungan di bank konvensional. Dengan mengetahui kedudukan hukum nasabah dan hak serta tanggungjawabnya diharapkan ummat Islam lebih memilih tabungan dengan prinsip syari?ah. Dan bank syari?ah diharapkan meningkatkan kinerjanya untuk memberi kepercayaan masyarakat dan meningkatkan sosialisasinyaKeyword : NASABAH TABUNGAN,PERBANKAN SYARI'AHRelated Link : http://skripsi.umm.ac.id/files/disk1/116/jiptummpp-gdl-s1-2005-iwansutikn-5769-PENDAHUL-N.pdf

There are no comments yet on this publication. Be the first to share your thoughts.