Affordable Access

ANALISIS PENERAPAN PERENCANAAN PAJAK PENGHASILAN BADAN PADA PT. SEMEN TONASA DI PANGKEP

Authors
Publication Date
Keywords
  • Manajemen Pajak
  • Perencanaan Pajak.

Abstract

Kata Kunci : Manajemen Pajak, Perencanaan Pajak. Fakta yang ada menunjukkan bahwa sebagian besar penerimaan negara adalah dari sektor pajak. Hal tersebut dikarenakan sampai detik ini lebih dari 50 persen penerimaan negara yaitu dari sektor pajak masih menjadi prioritas yang utama di Indonesia sebagai sarana untuk mensukseskan dan melancarkan pembangunan nasional yang terus berkesinambungan. Pengusaha tidak mungkin menghindari pajak karena pajak dapat dikenakan secara langsung maupun tidak lengsung kepada dirinya. Hampir semua Wajib Pajak baik di negeri yang sudah maju maupun yang belum berkembang, baik secara pribadi maupun kelompok (badan) berusaha untuk mengatur jumlah pajak yang harus dibayar. Jangankan Wajib Pajak, pihak fiskus pun mengetahui dan menyadari adanya suatu kecenderungan dari Wajib Pajak pribadi, terutama Badan untuk meminimalkan jumlah pajak yang harus dibayar dengan melakukan perencanaan pajak. Perencanaan pajak sama sekali tidak bertujuan untuk melakukan kewajiban pajak dengan tidak benar, tetapi berusahaa untuk memanfaatkan peluang berkaitan peraturan perpajakan yang menguntungkan perusahaan dan tidak merugikan pemerintah dan dengan cara yang legal. Perencanaan pajak yang dibahas adalah Pajak Penghasilan (PPh) Badan yang dikenakan atas laba perusahaan atau Penghasilan Kena Pajak (PKP). Penelitian dilakukan di PT. Semen Tonasa yang bergerak dibidang pembuatan atau produksi semen. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif komparatif. Yaitu dengan cara mengumpulkan data yang diperlukan ( laporan laba rugi komersil tahun 2010, laporan laba rugi fiskal tahun 2010, neraca tahun 2010 dan kebijakan-kebijakan perusahaan). Kemudian dilakukan evaluasi terhadap koreksi fiskal yang dilakukan oleh perusahaan dengan memahami prosedur dan kebijakan yang berlaku diperusahaan terkait dengan perpajakan. Selanjutnya perencanaan pajak dilakukan dengan melihat sumber penghasilan, biaya, serta metode akuntansinya. Dari hasil penelitian memperlihatkan bahwa terjadi perbedaan laba sebelum pajak antara sebelum dan setelah dilakukan perencanaan pajak. Setelah Perencanaan Pajak, Pajak Penghasilan terutang perusahaan berkurang sehingga laba laba setelah pajaknya meningkat. Dari hasil yang di dapat tersebut, penulis menyarankan agar perusahaan menerapkan Perencanaan Pajak tersebut.

There are no comments yet on this publication. Be the first to share your thoughts.