Affordable Access

UPAYA MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS WACANA

Authors
Publisher
Pimnas 2006
Publication Date
Keywords
  • Wacana
  • Judul Berita
  • Metode Agih
  • Dan Teknik Baca Markah

Abstract

Studi ini dilakukan dengan tujuan sebagai berikut: (1) mendeskripsikan kesalahan-kesalahan yang dilakukan mahasiswa dalam pembuatan wacana padu melalui pemrosesan judul-judul berita, (2) menggali penyebab terjadinya kesalahan-kesalahan tersebut, dan (3) mengevaluasi kemampuan mahasiswa dalam pembuatan wacana padu melalui pemprosesan judul-judul berita. Analisis data dalam Karya Tulis Ilmiah ini menggunakan metode agih dengan teknik baca markah. Hasilnya adalah terdeskripsi kesalahan-kesalahan yang dilakukan mahasiswa dalam pembuatan wacana padu melalui pemrosesan judul-judul berita, antara lain: (1) penggunaan dan penempatan kata, (2) penyusunan kata, (3) pembuatan alinea baru, (4) pemakaian konjungsi, (5) penyusunan kalimat, (6) penggunaan kata klise yang berlebihan, dan (7) penggunaan kata yang tidak baku. Penyebab terjadinya kesalahan-kesalahan tersebut antara lain: (1) mahasiswa kurang mampu membuat kalimat, baik pemilihan kata yang tepat maupun penyusunan struktur yang benar, (2) kurang mempunyai pengetahuan yang cukup tentang paragraf, (3) kurang mempunyai pengetahuan tentang penempatan konjungsi dan fungsi dari masing-masing konjungsi itu sehingga penempatannya tidak benar dan menjadikan susunan kalimat menjadi tidak benar dan sulit ditangkap maksud yang ingin disampaikan, dan (4) kurang mampu membatasi diri dalam pengunaan kata-kata klise. Evaluasi kemampuan mahasiswa dalam pembuatan wacana padu menggunakan metode penilaian acuan patokan (PAP) karena penilaian itu mengacu pada suatu kriteria pencapaian tujuan, yaitu kepaduan wacana. Nilai-nilai yang telah diperoleh mahasiswa dibagi menjadi lima kelompok, yaitu: (1) A untuk mahasiswa yang sangat mampu membuat wacana padu dengan nilai antara 8,1-10, (2) B untuk mahasiswa yang mampu membuat wacana padu dengan nilai antara 6,1-8, (3) C bagi mahasiswa yang cukup mampu membuat wacana padu dengan nilai antara 4,1-6, (4) D bagi mahasiswa yang kurang mampu membuat wacana padu dengan nilai antara 2,1-4, dan (5) E untuk mahasiswa yang tidak mampu membuat wacana padu dengan nilai antara 0-2. Pemberian nilai itu berdasarkan jumlah kesalahan yang dilakukan mahasiswa dalam membuat wacana padu. (Penulis : Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta)

There are no comments yet on this publication. Be the first to share your thoughts.